Pandangan Pertama
Saat pertama ku bertemu denganmu
Tak kuasa ku menatap
Jendela jiwamu yang bening
Terjerat ku dalam lingkaran kerinduan
Selalu teringat paras dan kebaikan mu
Ku telusuri pagi itu
Walau rinai hujan membasahi bumantara
Beratnya ayunan kaki ini
Seakan terpatri lekat
Bersama kulit bumantara
Pesona itu telah mengangkatku
Tinggi bersama imaji
Hingga kepenatan khayal
Yang selalu menghantuiku
Hilang tanpa meninggalkan beban
Entah apa yang ku alami
Entah apa sebenarnya yang kurasakan
Mungkinkah ini yang dinamakan renjana suci
Atau mungkin aku yang terlalu lemah
Mudah terbius oleh keindahan
Paras dan bathin mu
Pandangan pertama ku...
Kini jadi kenyataan