PASRAH
Larut dalam kebisuan
Luruh dalam gulana
Luka dalam dalam nestapa
Yang bisa kulakukan hanya menatapmu
Akhir bulan Juli
Rinduku mulai terpasung
Mayapada ikut meneteskan kan rinai tangis
Yang begitu dahsyat membingkai jiwaku
Ku pandangi sekujur tubuh yang kaku
Kutak bisa meneruskan tuk lama bersamanya
Ronamu begitu indah kala itu
Hadir kan gelisah yang berkepanjangan
Namun ku harus tegar
Tuk melanjutkan sebuah mimpi besar
Dengan harapan baru