Angkuh
Seketika kutatap raut wajah ranum
Tak terbersit dalam hati bahwa semua itu fatamorgana
Yang selama ini jadi tumpuan hati
Kutak mengerti apa yang telah terjadi dengan semua ini
Kuhempaskan segala rasa yang telah ada
Termaktup , terganjal dalam hati
Dengan nada tinggi kau suarakan ragam gema
Yang membuat hati remuk redam
Kutak bisa mengelak semua itu
Asa yang selama ini terpelihara semua musnah
Keangkuhan yang telah memporak porandakan
Segala yang menjadi impian
Suara lirih berseru ...
Sampai kapan semua ini...?
Kusadari memang terlalu banyak aral dalam hidup
Namun kutetap akan bertahan walau terasa sakit
Yah...selagi sang mentari masih bersinar
Teruslah berbuat baik
Abaikan yang tak suka l
Sumenep,18 Januari 23
By, Nung 74